Saya bukanlah seorang penulis yang ternama seperti Andrea Hirata dan bukan seorang penyair seperti Taufik Ismail ..
Namun disini gw mau menceritakan biografi tentang gw sendiri ..
Yah gw mulai dari awal. Gw merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara yang hidup sederhana dan tinggal sebuah dusun padat penduduk di kota medan. Nyokap gw adalah seorang wanita karir yang sangat hebat dan bokap gw adalah pria yang tangguh dan tipe orang pekerja keras (sangkin sibuknya tak pernah dirumah), dan memiliki 2 kakak yang cantik, yang satu sedikit fulgar dan 1 sangat religious.
Sewaktu gw bayi diurus dan ditimang dengan kasih sayang ibu gw (kayak lagu Anang & Krisdayanti - Timang - timang) setelah gw beranjak umur 3 tahun, gw di asuh dengan baby siter dan sekaligus merangkup menjadi pembantu dirumah namun tak kunjung lama si bibi berhenti bekerja dan akhirnya saya diasuh dengan tetangga pada umur 4 tahun, Wak ida atau lebih akrab disebut "wak gendut" beserta anaknya kak rosa yang menjaga dan mengurus gw hingga duduk di sekolah dasar.
Pada umur 4 - 6 tahun gw sekolah di Taman Kanak - Kanak Al - Mukhlisin, Menurut guru TK gw sih dahulu gw itu adalah anak yang pendiam dan jarang bermain dengan teman - temannya dan suka menghayal atau "bengong" ketika belajar, dan dahulu sewaktu gw TK, gw memiliki dengan postur tubuh saya yang sangat kurus, pulang dan pergi gw dijemput wak gendut dan setiap hari dibawain bekal dan tidak suka jajan sembarangan.
Ketika SD wak gendut berhenti mengurus gw karena harus ikut dengan suaminya ke pulau Nias dan akhirnya gw diurus dengan kak rosa. Gw duduk dibangku sekolah dasar 066664 Medan yang tidak jauh dari rumah, sangkin dekatnya kalau jam istirahat gw bisa pulang makan dan ketika gw ingin buang air pun pulang kerumah juga hihih. SD saya tidak sebagus sekolah dasar yang sekarang ini, banyak bangku dan kursi yang rusak dan bangunan yang tak layaka untuk belajar, walaupun dengan kondisi sekolah yang tidak bagus namun bukan berarti prestasi yang gw dapatkan jelek, gw termasuk siswa yang rajin dan pintar (menurut guru - guru saya).
Setelah gw lulus SD, gw berniat untuk melanjutkan ke SMP Negeri 3 namun sayang, saya tidak diterima dan akhirnya masuk ke SMP Swata Taman Siswa Medan dengan tidak bersemangat, ketatnya sistem masuk di SMP Negeri 3 dan banyaknya jumlah peminatnya. SMPN 3 merupakan SMP Favorit dikota medan maka dari itu saya sangat antusias masuk ke SMP tersebut. Di SMP Swasta Taman Siswa juga hampir sama dengan SD gw dahulu malah ketika saya lulus SD, Sekolah Dasar gw mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan direnovasi jauh sangat lebih baik (nyesek bgt) kenapa gak dari dulu aja ya ..
Namun ada sisi positif dibalik itu semua, gw menemukan temen - temen yang sangat baik dan sangat kompak, SMP Taman siswa merupakan sekolah yang sangat bebas, bebas mengunakan sepatu warna - warni (seperti pelangi), wanita dengan rok yang sangat minim, dan pakaian seragam yang sangat minim juga, jadi gw juga terbilang gaul dan trend ketika sekolah dulu, hahahay. Dan dikarenakan gw sudah mulai meranjak dewasa dan kakak gw juga sudah dewasa, nyokap memberhentikan kak rosa bekerja dan kita hidup mandiri dirumah, makan sendiri, membersihkan rumah sendiri, dll (Seperti lagi bang Rhoma)
Dan Setelah gw lulus SMP. Gw melanjutkan sekolah di SMK Negeri 10 Medan yang bertaraf International, wahhh syukur alhamdulillah banget gw bisa diterima di sekolah tersebut, gw bisa melawan beberapa test mulai dari interview dan test kesahatan dan akhirnya gw mengambil jurusan Tata Boga, awalanya gw sedikit kesulitan untuk memilih SMA atau SMK, gw berusaha terus untuk meminta saran kepada orang tua, kakak dan sodara - sodara saya lainnya. namun karena hobby gw sangat senang memasak dan dikarenakan dirumah juga tidak ada pembantu yang masak, gw berniat untuk mengembangkan belajar memasak dan harus bisa memasak juga dirumah untuk makan keluarga.
Tidak lama kemudian sewaktu SMK gw pindah rumah ke tempat Opung (sebutan nenek pada orang batak) yang sedkitk lebih besar dan berada di pinggir jalan dan sangat strategis (dekat kemana - mana) walaupun sedkit sulit untuk tinggal disana dikarenakan adanya sodara bokap yang kurang menyutujui tinggal disitu, yah bisa dikarenakan harta warisan. hingga sekarang nyokap, bokap dan kakak gw yg tinggal 1 di situ, dan kakak gw yang kedua memutuskan untuk mandiri tinggal menetepa dijakarta dan bekerja hingga sekarang.
ketika lulus SMK gw ingin melanjutkan study ke Bandung, STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung merupakan pilihan pertama gw, dan lagi - lagi gw belum beruntung bisa masuk ke Institut yang sangat bergengsi dan terbaik se-ASEAN, saya tidak diterima akibat ketatnya persaingan, sebelumnya gw telah diterima di USU dengan program studi yang sangat melenceng dari jurusan gw, nyokap sangat menolak gw kuliah di USU jadi, gw harus pergi ke Bandung untuk mengejar cita - cita. gw sedikit bingung untuk melanjutkan kuliah dimana, dan akhirnya gw mendapatkan surat edaran kalau gw diterima lulus PMDK di POLITEKNIK PAJ*J*RAN Bandung, sedikti lebih senang dan bahagia, namun sayang gw tertipu dengan surat edaran tersebut, ternyata kampus tersebut bukanlah Perguruan Tinggi Negeri melainkan Swasta, 1 tahun gw mengikuti perkuliahan dengan aman, banyak menemukan teman - teman yang berasal dari luar Bandung juga. tak lama kemudian gw memutuskan untuk berhenti dan mencoba pindah ke STP yang ada dijogja dan mengkuti test UM D3 pariwisata UGM. namun saya ditolak di STP tersebut dan diminta untuk harus mengulang dari awal, dengan sedikit stres, bingung mau kuliah dimana.
Sebelum pengumuman kelulusan UGM, saya pulang ke Bandung untuk membereskan barang - barang gw dikostan dulu dan berlibur ke hongkong - Macau - Shenzhen dan Brunnai, sedikit refressing menghilangkan penat, setelah kembali berlibur gw melihat pengumuman kalau gw di terima di UGM, yah sesuatu ya (kata syahrini) gw bisa kuliah di UGM walaupun hanya jenjang D3. dan akhirnya gw sekarang menetap di Jogja
Kalau dipikir - pikir sih, gw kurang suka untuk tinggal dijogja, mungkin karena gw telah memiliki teman yang sangat asik, care dan sayang sama gw disaat susahnya dulu dibandung. teman - teman yang banyak mengobati rasa rindu kepada orang tua, teman juga bisa membantu disaat sedih, maupun lagi bokek, hahhahaa
Setelah tinggal dijogja selama 1 tahun gw mulai bisa beradptasi dan senang tinggal dijogja, banyak teman - teman yang sayang sama gw, care sama gw, mau membantu disaat gw susah ..
Mungkin kalau tanpa teman gw gak bisa bertahan sampe sekarang untuk tinggal dijogja ..
Thanks banget buat semuanya ..
Temen yang dijogja, bandung, jakarta sama semua, gak ada bedanya ..
Tanpa hadirnya kalian gw gak bakalan kuat hidup sendiri dan jauh dari orang tua ..
Itulah sedikit tentang diri saya ..
Sedikit kurangnya beginilah gw, kehidupan gw :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar